From Liputan6 · · 1m 30s
Dokter Tifa Ungkap 3 Kejanggalan Kesaksian Jokowi
Dokter Tifa menemukan tiga kejanggalan dalam kesaksian Jokowi di sidang ijazah palsu.
In brief
Dokter Tifa menemukan tiga kejanggalan dalam kesaksian Jokowi di sidang ijazah palsu. Dokter Tifa mengungkapkan tiga kejanggalan dalam kesaksian Jokowi di sidang ijazah palsu: tidak ada transkrip sarjana, tiga semester hilang dalam kuliah, dan pernyataan yang bertentangan dengan kronologi skripsi. Originally reported…
Dokter Tifa kecewa sidang
Dokter Tifa mengaku kecewa dengan jalannya sidang yang menghadirkan saksi Presiden Joko Widodo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
“Pada hari ini sampai dengan malam hari ini, kami sudah melakukan cross-examination kepada pelapor utama yaitu Saudara Joko Widodo, ya. Dan sebetulnya saya secara pribadi sangat kecewa”
Tiga kejanggalan kesaksian
Dokter Tifa mengungkapkan tiga kejanggalan dalam kesaksian Jokowi: tidak ada transkrip sarjana, tiga semester hilang dalam kuliah, dan pernyataan yang bertentangan dengan kronologi skripsi.
“Sedangkan kami punya dua bukti lulusan Sarjana Kehutanan UGM di tahun yang sama dengan yang dinyatakan oleh saudara Joko Widodo lulus, dan ternyata Saudara Joko Widodo pun juga tidak mampu untuk menunjukkan transkrip nilainya”
Tiga semester hilang
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391395/original/073630600_1793920994-IMG-099.jpg)
Dokter Tifa menyatakan Jokowi tidak memiliki bukti untuk tiga semester kuliah yang hilang dalam proses kuliahnya di Universitas Gadjah Mada.
“Karena ada sedikitnya tiga semester yang hilang, tidak memiliki bukti bahwa yang bersangkutan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa pada semester 7, 8, 9, dan 10”
Kronologi skripsi bertentangan
Dokter Tifa menyatakan Jokowi mengaku lulus pada November 1985 dan mengaku KKN di bulan Februari, Maret, April 1985, baru kemudian mengajukan proposal skripsi.
“Itu sangat tidak mungkin. Karena itu nanti, tapi sayang bahwa kami tidak diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk melakukan cross-examination secara lebih mendalam”
Bukti laboratorium hilang
Dokter Tifa melaporkan bahwa barang bukti laboratorium forensik yang dilakukan oleh 7 ahli digital forensik disembunyikan oleh Jaksa Penuntut Umum.
“Padahal ada 7 ahli digital forensik yang telah di-BAP dan mereka melakukan pengujian laboratorium forensik, ternyata itu disembunyikan oleh Jaksa Penuntut Umum”
Aksi keberatan kembali
Dokter Tifa akan mengajukan keberatan kembali ke Komisi Yudisial, Komisi III DPR, Komisi Kejaksaan, Kejagung, dan Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh karena itu maka kami akan mengajukan keberatan kembali kepada Komisi Yudisial, kepada Komisi III DPR, bahkan kami akan ajukan juga kepada Komisi Kejaksaan, kami akan ajukan kepada Kejagung, dan kami akan tembuskan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto”
Dokter Tifa optimistis
Dokter Tifa optimis masih ada kesempatan untuk menegakkan keadilan di negara ini dengan mendukung Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak ada satu pun manusia, dan kita masih mempunyai pemerintah. Di luar tadi pada teriak-teriak 'Hidup Jokowi, Hidup Jokowi', saya di sini akan berteriak 'Hidup Prabowo'”
Laporan ke Kejagung
Dokter Tifa akan melaporkan loyalitas Jaksa Penuntut Umum ke Kejagung untuk menegakkan keadilan.
“Oleh karena itu kami tidak tinggal diam, kami akan bersurat kepada Kejagung, kami akan meminta tunjukkan loyalitas anda Kejagung kepada Presiden Anda”
Kesimpulan
Dokter Tifa berharap Presiden Prabowo Subianto mendengarkan aspirasi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
“Mudah-mudahan pada malam hari ini Presiden Republik Indonesia mendengarkan apa yang menjadi aspirasi kami. Kami hanya ingin diberikan kesempatan secara lebih luas untuk menegakkan kebenaran”
What to remember
Dokter Tifa mengungkapkan tiga kejanggalan dalam kesaksian Jokowi di sidang ijazah palsu: tidak ada transkrip sarjana, tiga semester hilang dalam kuliah, dan pernyataan yang bertentangan dengan kronologi skripsi.


